Sabtu, 23 Maret 2013
KEMARIN, SEKARANG DAN ESOK
Sahabat, jika hari demi hari berlalu begitu saja tanpa makna, tentu sangat merugilah kita. Bertambahnya hitungan usia tak jadikan diri lebih baik. Rugi, karena sesungguhnya dengan bertambahnya hitungan usia, berkuranglah sebenarnya jatah usia yang tersedia untuk kita.
Hari kemarin, masa lalu bukan untuk kita sesali. Karena kita tak diberi satu kekuatan pun tuk mengubah apa yang namanya tadi. Masa lalu cukuplah jadi pelajaran dan pengingat diri tuk jadi lebih baik.
Hari ini, saat kita hidup, jadikanlah itu pijakan tuk perbaiki diri. Agar hari ini lebih baik dari kemarin. Bulan ini lebih baik dari bulan lalu. Tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Hari ini adalah hasil dari pilihan-pilihan kita di masa lalu. Dan masa depan kita adalah hasil dan keputusan dan pilihan kita di hari ini. Maka, hari ini kita sangat menentukan seperti apa masa depan kita.
Esok, jadikanlah sebagai sebuah harapan. Tak ada yang pasti di hari esok. Maka, harap pada Sang Pencipta jadi kekuatan penuh, semoga apa yang kita damba di masa depan jadi nyata. Tetapkanlah masa esok yang diharap, agar diri tergerak tuk mengejarnya dan bermohon kepada Allah tuk permudah langkahnya.
Cukuplah waktu jadi pengingat kita, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)
Selamat menata diri. Esok, kini dan esok jadi pengingat kita betapa waktu terus berjalan mengejar diri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar